Turis Asing ke Jepang Anjlok: Penurunan Pertama dalam 4 Tahun!
3 mins read

Turis Asing ke Jepang Anjlok: Penurunan Pertama dalam 4 Tahun!

crbnat.com – Kabar mengejutkan datang dari industri pariwisata Negeri Sakura pada awal tahun ini. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kunjungan turis asing ke Jepang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Fenomena ini menjadi rekor kontraksi pertama bagi pariwisata Jepang sejak masa pemulihan empat tahun silam. Oleh karena itu, otoritas terkait kini mulai melakukan analisis mendalam mengenai penyebab perubahan tren ini. Banyak pihak menduga faktor ekonomi global dan kejenuhan pasar menjadi pemicu utama lesunya minat wisatawan. Selain itu, penguatan nilai tukar Yen terhadap mata uang asing turut memengaruhi anggaran para pelancong mancanegara. Hasilnya, destinasi populer seperti Kyoto dan Tokyo nampak sedikit lebih lengang daripada periode sebelumnya.

Penyebab Utama Penurunan Kunjungan Wisatawan

Para ahli ekonomi melihat bahwa kenaikan biaya akomodasi di Jepang membuat wisatawan mulai mencari alternatif negara lain. Sebab, tarif hotel dan transportasi umum di kota-kota besar mengalami lonjakan yang cukup drastis baru-baru ini. Oleh sebab itu, angka turis asing ke Jepang tidak setinggi capaian pada tahun-tahun pascapandemi yang lalu. Gejolak ekonomi di beberapa negara pengirim wisatawan terbesar juga turut memperburuk situasi pasar pariwisata mereka. Kemudian, masalah overtourism yang sempat viral membuat sebagian calon pengunjung merasa ragu guna datang berkunjung. Selain itu, perubahan pola liburan masyarakat global kini lebih mengarah pada destinasi yang lebih murah dan tenang. Jadi, kombinasi faktor internal dan eksternal ini memukul telak target kunjungan tahunan pemerintah Jepang.

Dampak Bagi Ekonomi Lokal dan Pelaku Usaha

Sektor ritel dan perhotelan menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari sepinya kunjungan wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, banyak toko bebas pajak atau tax-free shop melaporkan penurunan omzet harian yang cukup tajam. Sebab, daya beli turis asing ke Jepang selama ini menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal. Para pemilik restoran di area wisata juga mulai mengeluhkan berkurangnya jumlah reservasi dari tamu luar negeri. Namun, kondisi ini memberikan napas bagi warga lokal yang selama ini terganggu oleh kepadatan wisatawan di ruang publik. Maka dari itu, pemerintah daerah kini harus menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dan kenyamanan penduduk asli mereka. Tentu saja, pemulihan tren positif memerlukan strategi promosi yang jauh lebih kreatif dan adaptif.

Strategi Pemerintah Jepang Guna Menarik Kembali Wisatawan

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) segera menyusun langkah taktis guna mendongkrak kembali minat kunjungan internasional. Sebab, mereka ingin memastikan bahwa target turis asing ke Jepang tetap berada pada jalur pertumbuhan jangka panjang. Oleh sebab itu, kampanye wisata ke daerah-daerah terpencil atau hidden gems kini menjadi prioritas utama pemasaran mereka. Kemudian, penyediaan paket wisata tematik seperti budaya dan kuliner tradisional akan mereka perkuat bagi segmen pasar premium. Selain itu, kemudahan sistem digitalisasi layanan visa juga terus mereka tingkatkan bagi warga dari berbagai belahan dunia. Tentu saja, promosi ini bertujuan guna menyebarkan arus wisatawan agar tidak menumpuk di satu titik saja. Hasilnya, pemerintah berharap angka kunjungan akan kembali naik pada musim semi mendatang.

Tips Liburan ke Jepang di Tengah Situasi Terbaru

Manfaatkanlah momen penurunan jumlah wisatawan ini guna menikmati destinasi populer dengan jauh lebih nyaman dan tenang. Sebab, Anda tidak perlu lagi mengantre terlalu lama saat ingin masuk ke museum atau kuil-kuil bersejarah. Kemudian, carilah promo tiket pesawat dan paket penginapan yang biasanya muncul saat terjadi penurunan permintaan pasar. Oleh karena itu, Anda tetap bisa berhemat meskipun biaya hidup di Jepang secara umum sedang merangkak naik. Selain itu, cobalah menjelajahi wilayah pedesaan yang menawarkan biaya hidup jauh lebih terjangkau daripada pusat kota Tokyo. Jadi, persiapan riset yang matang akan membantu Anda mendapatkan pengalaman liburan terbaik di Negeri Sakura tahun ini.