Gregory Wein, mantan editor mode, meninggal pada usia 54
3 mins read

Gregory Wein, mantan editor mode, meninggal pada usia 54

Gregory Wein, figur penting di dunia mode yang pernah menjabat sebagai fashion and style director pada majalah LGBTQ+, dilaporkan meninggal mendadak pada usia 54 tahun. Penyebab kematiannya belum diumumkan oleh keluarga.

gregory wein - ilustrasi berita Gregory Wein, mantan editor mode, meninggal pada usia 54

Lahir di Thailand dan dibesarkan di Ohio, Wein menempuh pendidikan di University of Cincinnati sebelum pindah ke New York City pada 1998 untuk mengembangkan kariernya di dunia mode. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan, teman, dan jaringan profesional yang luas.

Gregory Wein dalam Sorotan Publik

Karier Gregory Wein melesat setelah ia mulai bekerja di majalah tempatnya membangun reputasi selama lebih dari satu dekade. Setelah periode panjang itu, Wein diangkat menjadi global style director di Abercrombie & Fitch pada puncak pengaruh budaya ritel perusahaan tersebut. Peran itu menegaskan posisinya sebagai salah satu pemikir gaya yang berpengaruh pada zamannya.

Selain jabatan redaksional, Wein bekerja secara ekstensif sebagai stylist dan creative director. Nama-nama besar di dunia mode dan kecantikan berkolaborasi dengannya, termasuk proyek sampul dan kampanye untuk Louis Vuitton, Tom Ford, serta kerja sama dengan majalah dan merek seperti Vogue, Vanity Fair, GQ, Estée Lauder, Nike, dan Saks Fifth Avenue.

Pengaruh pada sebuah publikasi dan pengakuan kolega

Dalam peringatan 30 tahun salah satu majalah tempat Wein berkarya, mantan direktur editor menyebut peran Wein sebagai faktor penentu yang membantu mengangkat posisi publikasi tersebut dalam kancah mode. Menurut penghargaan itu, kehadiran Wein mengubah cara redaksi melihat mode—menghadirkan apresiasi terhadap seni dan teater di balik setiap jahitan.

Urusan pribadi, keluarga, dan pernyataan langkah hidup

Dalam sebuah keterangan yang diunggah sebagai bagian dari pengumuman duka, langkah hidup Wein digambarkan oleh istrinya dan keluarga sebagai sosok yang menghubungkan orang-orang. Stepmother-nya atau saudara tiri Wein menulis bahwa keberhasilan terbesar Gregory adalah kemampuan membentuk keluarga pilihan—mengubah teman menjadi keluarga dan perkenalan menjadi persahabatan seumur hidup.

Keluarga menekankan bahwa Wein hidup dengan keautentikan dan kreativitas, serta selalu mendorong orang di sekitarnya untuk melakukan tindakan yang bermakna. Slogan singkat yang kerap diucapkannya, “Do Something,” disebut menjadi panduan yang mencerminkan cara ia menjalani hidup.

Perayaan hidup dan petunjuk bagi yang ingin memberi penghormatan

Perayaan hidup bagi Gregory Wein akan digelar di Cobble Hill Chapel di Brooklyn pada hari Kamis pukul 16.00. Keluarga mengundang para pemangku kepentingan, sahabat, dan rekan untuk hadir dan menghormati warisannya. Dalam undangan tersebut, tamu diminta mengenakan warna biru navy, yang disebut sebagai warna favorit Wein, sebagai penghormatan terhadap selera dan gaya yang ia bawa ke dunia.

Alih-alih bunga, keluarga memberi saran agar para pelayat mempertimbangkan berdonasi kepada organisasi yang bergerak melawan AIDS atau kelompok penyelamat hewan lokal, Ocean Hill Cats—dua jenis organisasi yang mencerminkan empati dan semangat murah hati Wein.

Keluarga yang ditinggalkan mencakup orangtua, saudara, serta keluarga besar dari pihak tiri. Di antara penyintas yang disebut dalam pengumuman duka adalah ayah Jerry Wein; ibu Alunya ‘Nok’ Lewis; ayah tiri Donald Lewis; saudara perempuan Sandra Diep dan suaminya John Diep; sejumlah keponakan; serta saudara tiri dan keluarganya lainnya.

Pesan-pesan penghormatan terus mengalir melalui kolom tanda tangan dan pernyataan dari rekan-rekan yang pernah bekerja bersama Wein. Mereka menyingkap sisi humanis di balik nama besar—sosok yang tidak hanya memengaruhi estetika visual kampanye dan cover majalah, tetapi juga membentuk komunitas dan hubungan yang bertahan lama.