Buka Muswil XIII BKPRMI, Hidayat Nur Wahid Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Muswil XIII BKPRMI dan mengajak organisasi pemuda remaja masjid di DKI Jakarta untuk aktif mengampanyekan Jakarta Kota Halal. Panggilan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menjadikan peran pemuda masjid lebih strategis dalam menyongsong lima abad Jakarta.

Dalam kesempatan pembukaan Muswil XIII Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta, Hidayat memberikan penekanan pada pentingnya kontribusi generasi muda masjid terhadap arah pembangunan budaya dan ekonomi kota. Ia menilai organisasi seperti BKPRMI memiliki posisi yang dapat memengaruhi sosialisasi nilai dan praktik yang terkait dengan konsep kota halal.
Jakarta Kota Halal: Peran BKPRMI
Hidayat menyampaikan bahwa kampanye Jakarta Kota Halal perlu melibatkan aktor-aktor akar rumput, termasuk pemuda remaja masjid yang tergabung dalam BKPRMI. Menurutnya, penguatan peran tersebut bukan hanya bersifat simbolis, melainkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra dan layanan kota yang ramah bagi masyarakat beragama.
Peran BKPRMI, yang berfungsi sebagai wadah komunikasi bagi pemuda dan remaja masjid, dinilai berpotensi menjadi jembatan antara komunitas keagamaan dan program-program pemerintah serta inisiatif swasta. Dengan kapasitas tersebut, organisasi ini diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan, norma, dan praktik yang sejalan dengan aspirasi kota halal.
Muswil XIII BKPRMI sebagai momentum
Pembukaan Muswil XIII menjadi momentum bagi Hidayat untuk mengingatkan anggotanya tentang tanggung jawab kolektif menjelang peringatan lima abad Jakarta. Dalam forum tersebut, dorongan untuk mengambil peran aktif dan strategis diarahkan agar persiapan menyongsong momen bersejarah bagi kota dapat melibatkan penguatan nilai-nilai sosial dan keberlanjutan layanan publik.
Musyawarah wilayah seperti ini juga dipandang penting untuk memperkuat koordinasi internal organisasi, sehingga ketika ditugaskan untuk mendukung program kampanye berskala kota, langkah yang diambil lebih terstruktur dan efektif. Kehadiran pimpinan nasional dalam pembukaan memberi bobot tambahan pada pesan yang disampaikan.
Seruan Hidayat Nur Wahid untuk peran strategis
Hidayat menekankan bahwa peran strategis bukan hanya soal jumlah kegiatan, melainkan kualitas kontribusi yang dapat mempengaruhi persepsi publik. Ia mendorong agar BKPRMI di tingkat DKI mempertimbangkan pendekatan yang komprehensif, termasuk pendidikan, advokasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya kampanye Jakarta Kota Halal.
Seruan ini menuntut kesiapan organisasi untuk menyusun langkah-langkah yang relevan dan kontekstual, serta menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan lain tanpa mengabaikan karakter komunitas setempat. Pendekatan tersebut diharapkan bisa menghasilkan program yang mudah diterima oleh masyarakat luas.
Harapan dan tantangan ke depan
Menghadapi tugas yang diutarakan Hidayat, BKPRMI DKI diharapkan dapat menyiapkan strategi komunikasi dan aksi nyata yang mendukung kampanye Jakarta Kota Halal dengan cara yang inklusif. Harapan itu juga mencakup peran aktif pemuda masjid dalam mengedukasi dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Namun, tantangan juga tak terelakkan. Penguatan kapasitas organisasi, pemetaan kebutuhan masyarakat, dan pembentukan jaringan kerja menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Keberhasilan kampanye akan sangat bergantung pada kemampuan BKPRMI untuk mengintegrasikan aspirasi komunitas dengan program yang bersifat praktis dan terukur.
Hidayat menyudahi arahan pembukaan Muswil dengan mengingatkan bahwa momentum lima abad Jakarta merupakan kesempatan bagi berbagai pihak untuk berkontribusi pada wajah kota ke depan. Ia menaruh harapan agar BKPRMI DKI dapat menjadi bagian penting dari upaya kolektif tersebut, melalui peran aktif dan strategis yang telah ditekankan sejak awal acara.
